Mading Kreasi Pelajar

0 komentar

Reading SMANIS
SMA Negeri 1 Sumber


Tetap Kreatif dengan Mandiri   


    Hai sobat Xpresi, minggu ini kita akan membahas majalah dinding atau yang biasa disebut mading siswa siswi SMA Negeri 1 Sumber. sekolah yang memiliki 21 pengurus dalam organisasi mading ini terdiri dari 6 orang kelas X SMA dan 15 orang kelas XI SMA sedang menampilkan sebuah majalah dinding yang bernama reading smanis kepanjangannya adalah redaksi majalah dinding SMAN 1 SUMBER.
    Konon katanya ekstrakulikuler yang biasa berkumpul di hari sabtu ini, merintis mading SMAN 1 SUMBER dengan dengan nama reading smanis dikarenakan, "Kami anak-anak pengurus reading smanis sebenarnya mempunyai harapan untuk menjadi seorang redaksi profesional, seperti di acara-acara TV dengan berawal dari mencari-cari info di lingkungan sekolah dulu. Siapa tau aja kita jadi redaksi yang terkenal", harap ketua reading smanis, Annisa Nur Yatsrib.
    Namun, reading smanis yang selalu diganti tiap 2 minggu sekali ini memiliki kendala untuk penghiasannya seperti di antaranya pada saat masa - masa ulangan atau tugas lagi menumpuk - numpuknya terkadang juga ada kendala biaya yang menghalangi kewajiban para pengurus untuk memperhias reading smanis. "Karena biaya yang diberikan dari sekolah hanya tiap tahun ajaran baru, jadinya kita menghias mading semaksimal mungkin dengan menggunakan barang - barang bekas yang tidak sengaja kita temuin di kelas, atau di rumah. Sekarang juga reading smanis bertema bebas, karena kita masih minggu - minggu baru semester genap, jadi belum ada inspirasi." ungkap bendahara reading smanis, Anna Ayu Prayogina.
    Reading smanis biasa dihias seindah mungkin dengan kreativitas siswa SMA Kabupaten Cirebon ini, dengan melewati tahap proses penyeleksian karya siswa SMA Negeri 1 Sumber oleh bidang editor dan karya tersebut akan ditampilkan di mading oleh tim layouting. "Selain kita menjadi penyalur karya kreativitas anak - anak. Disini juga kita bisa terima bahan mentah. Seperti anak - anak selalu memberi info untuk kita liput." ujar Dewi, salahsatu pengurus mading kelas 1 SMA.
    Karena siswa SMA Negeri 1 Sumber yang kreatif ini, sehingga tim reading smanis yang terbagi menjadi tim editor, layouting, reporter, tim creative, logistik, dokumentasi dan inventaris memiliki ide untuk menambah pengetahuan dan membuat hiburan untuk para siswa siswi smanis. "Rencana kami dari dulu itu membuat bulletin smanis yang isinya tentang seputar info smanis dari kegiatan siswa hingga siswa berprestasi dan profil guru juga." ungkap salah satu tim editor reading smanis, Eggy Purnama Rachman.
    Namun ide pembuatan bulletin tersebut masih belum mendapat dukungan dari pihak sekolah. Beberapa guru sudah memberi support untuk membuat bulletin smanis tersebut. Tetapi ini tidak mematahkan semangat tim reading smanis untuk terus berkarya memperindah reading smanis tiap minggunya dengan anak - anak ekskul yang mandiri, kreatif tanpa campur tangan guru ataupun pembina. Semoga reading smanis yang mereka rintis, yang telah mengoptimalkan dan mendirikan kembali EMDE (Mading smanis angkatan sebelumnya) menjadi reading smanis. Semoga angkatan selanjutnya lebih baik, dan sekolah selalu mensupport untuk keindahan mading yang menjadi pengetahuan alternatif anak SMA Negeri 1 Sumber.(Riza)

   
   >>>OBSESI
Eggy Purnama Rachman
Belum puas kita juga masih pengen menggali dan membenahi reading smanis. (riza)

Anna
Pengen mading lebih banyak yang mau mengisinya , anak - anak yang kreatif harus lebih banyak menyalurkan kreatifitas karyanya. Dan mudah - mudahan pendanaan dari sekolah semakin lancar untuk membeli sarana prasarana keindahan reading smanis. (riza)

Annisa
Belum puas, siswa dan pengurus mading harus lebih memaksimalkan kerjanya jangan bekerja bila disuruh tapi harus cepat tanggap mau tema apapun suka ga suka mereka harus tetap membuat karya kreatif untuk mading. (riza)

Dewi
Semoga anggota kelas X peminatnya lebih banyak lagi, agar mencirikan anak - anak smanis banyak yang kreatif. (riza)

Faisal
Buat pengurus mading, aktif kan dulu madingnya, semua anak smanis harus diajakin mengisi mading, ga harus pengurus mading aja yang ngisi madingnya. (riza)

Fahmi
Mading tuh bisa jadi diary alternatif bisa nyalurin lewat puisi atau cerpen. itung - itung kaya nulis diary kalian sendiri. Juga mading tuh sebagai sumber informasi dan pengetahuan. Daripada baca buku yang tebel, mendingan baca lewat mading. (riza)





Mabok SMEKENZA
 SMKN 1 Kedawung

                Berani Tampil Beda dari yang Lain

              

    SUMBER INFORMASI alternatif di sekolah adalah majalah dinding atau yang biasa kita kenal dengan istilah mading. Minggu ini kita akan membahas mading SMKN 1 Kedawung Cirebon yang terkesan lebih unik dan berbeda dari yang lain, yaitu Mabok alias Majalah Tembok. Mabok SMKN 1 Kedawung ini diberi nama Mabok SMEKENZA yang berasal dari nama sekolah itu sendiri yaitu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Satu.
    "Kita beri nama mading di sekolah kita ini yaitu mabok SMEKENZA, karena kita ingin terlihat lebih berbeda dari sekolah lainnya. Kalau nama SMEKENZA itu sendiri sudah ada dan terkenal sejak dulu, dan itu merupakan singkatan dari nama sekolah kita sendiri," jelas Lantis Karani, ketua SMEKENZA.
    Selain namanya yang unik, kepengurusannya juga berbeda dari sekolah lain, karena mabok SMEKENZA ini hanya beranggotakan 6 orang dan berasal dari seksi ke 5 dalam organisasi sekolah (OSIS) juga memiliki tugas yang tidak terlalu berat yaitu sebagai pengumpul karya para siswa, lalu mereka memfilternya untuk diterbitkan di mabok SMEKENZA, "Pengurus mabok disini berjumlah 6 orang, yaitu 5 orang anggota dengan 1 orang ketua. Dan tiap anggota memiliki tugas masing - masing, ada yang sebagai pengumpul hasil kreasi dari tiap kelas, ada yang bertugas untuk memilih karya yang pantas ditampilkan dan untuk karya yang tidak terpilih, akan kita simpan sebagai arsip dokumen mabok SMEKENZA. Yang terakhir ada juga yang bertugas memasang karya - karya tersebut dengan penataan yang sekreatif mungkin." papar Sofyan Maulani, anggota mabok SMEKENZA.
    Pengurus mading yang dibinai oleh Bapak Budiono ini memiliki ketegasan terhadap para siswa SMK Negeri 1 Kedawung dengan mewajibkan kelasnya masing - masing untuk mengumpulkan karyanya yang akan diterbitkan bergiliran setiap minggunya, sedangkan bagi kelas yang tidak atau telat mengirimkan karyanya akan diberi sanksi khusus yaitu akan akan diterbitkan paling terakhir setelah kelas - kelas lainnya, "Kita memiliki peraturan sendiri kepada kelas yang telat atau  tidak sama sekali mengumpulkan karyanya kepada mabok kita. Kita tidak ingin memberikan sanksi yang berat seperti tahun - tahun sebelumnya yaitu membayar denda, kita hanya memberikan sanksi yang lebih ringan saja dengan menerbitkannya paling terakhir setelah karya dari kelas X hingga XII diterbitkan." ujar salah satu anggota mabok.
    Mabok SMEKENZA sangat bermanfaat untuk menyalurkan kekreatifan siswa sekolah ini, karena temanya bersifat bebas. Jadi siswa dapat mengekspresikan ide -ide mereka lewat karyanya masing-masing."Kita tidak membatasi tema untuk tiap kelas, karena dengan tema yang bebas ini siswa dapat mengekspresikan ide-idenya sebebas mungkin, sehingga terlihat lebih kreatif,"tutur salah satu anggota mabok,Devi.
    Rubik yang paling diminati oleh siswa adalah rubik Ilmu Pengetahuan yang umum maupun formal. Karena kita dapat menambah ilmu lewat membaca mabok tersebut. Jadi mabok SMEKENZA ini memiliki multifungsi dan berbeda dari sekolah lainnya. (riza/bakti)


>>>OBSESI

Lantis Karani
Ketua mabok
    "Semoga mabok bertambah bagus lagi tiap minggunya, terus tingkatkan kerjasamanya demi kemajuan mabok SMEKENZA kita ini,"ungkapnya. (riza/bakti)


Sofyan Maulani
Anggota mabok
    "Mabok minggu ini sudah bagus walaupun masih ada yang kurang pastinya tapi dari sini kita bisa mengambil banyak manfaatnya lewat pengetahuan-pengetahuan yang ada,"pungkasnya.(riza/bakti)


If you like this post, please share it!
Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo! reddit

No Response to "Mading Kreasi Pelajar"

Posting Komentar