Posted by Riza Rahmah Angelia in
Xpresi Pages
0
komentar
Hari Wanita Se-Dunia, masihkah diperingati?
HARI wanita se-dunia ini adalah hari peringatan akan keberhasilan wanita di bidang ekonomi, politik dan sosial. Sebenarnya perayaan hari wanita ini pertama kalinya diadakan pada tanggal 28 Februari 1909 di Amerika Serikat. Wanita mulai memperjuangan hak mereka baik di bidang ekonomi, politik dan sosial.Dengan mengenakan baju wanita terbaik mereka, mereka bergerak agar negara mengakui hak – hak mereka. Di negara lainnya ada yang mengadakan demo besar-besaran sebagai bentuk perayaan Women day tersebut.Alhasil, para wanita di daerah uni soviet contohnya yang akhirnya bisa mengenakan baju wanita terbaik mereka dengan bebas dan berkumpul dengan sesamanya untuk menikmati hari libur mereka.
Namun, berbeda halnya dengan di tanah air kita ini, hari wanita se-dunia memang hanya terkadang dirayakan di suatu daerah tertentu, bahkan sangat jarang sehingga tidak sedikit anak-anak Indonesia yang mengetahui peringatan women day itu. Seperti halnya sobat Xpresi yang bersekolah di SMA Negeri 2 Cirebon ini , "Hari wanita se-dunia kan memang jarang diperingati di negara kita? Yang saya tahu hanya hari ibu, karena menurut saya walaupun jatuhnya tetap dibilang sesama wanita, tapi mother's day adalah hari yang paling bermakna," ungkap Fauzi Ramdhani.
Tidak jauh dengan Fauzi, Irvan Rosadi yang mengetahui the women day pun menuturkan kalau itu sama saja dengan peringatan hari ibu, "Makna dibalik hari wanita se-dunia itu sama halnya dengan makna hari ibu. Karena disitulah tersirat, wanita yang memiliki perjuangan tinggi untuk hidup," pungkasnya.
Berbeda cerita dengan salah satu kaum hawanya sobat Xpresi, Lusi Maharani Dewi siswi SMA Negeri 1 Cirebon yang mengatakan wanita itu bukanlah makhluk yang lemah, "Hari wanita se-dunia itu sangat perlu diperingati. Karena mengingat wanita itu tidak seperti yang difikirkan laki-lak. Wanita itu kuat, tidak lemah dan menurut saya derajat mereka sama dengan lelaki. Insyaallah benar, hehe," ujarnya.
Fera Pratiwi, siswi SMA Negeri 2 Cirebon ini juga mengaku bahwa ia tidak mengetahui kapan jatuhnya hari peringatan wanita se-dunia ini dikarenakan tidak pernah ada perayaannya, "Saya memang gak tahu hari peringatan wanita se-dunia. Cuma suka denger aja, dan gak tau kapan waktunya, gak pernah dirayain juga sih. Seharusnya di Indonesia ini atau beberapa daerah di dalamnya lah sering-sering merayakannya, sehingga kita semua khususnya kaum hawa bisa memperingati perjuangan para terdahulu kita, dan dari situ sebenarnya motivator buat kita juga," harap cewek yang akrab disapa Fera ini. (riza)
![]() | ||||
| Verra Fadhilah |
JARANG diperingatinya hari wanita se-dunia ini, membuat tidak sedikit orang yang mengaku tidak mengetahuinya. Verra mengatakan salut kepada orang-orang yang masih ingat akan hari tersebut, bahkan merayakannya, "Saya sebagai kaum wanita berharap banyak yang mengetahuinya dan lebih bagus lagi bisa merayakannya agar semua orang tahu juga aum pria bisa lebih menghargai kaum wanita, serta untuk kaum wanita sendiri semoga menjadi pribadi yang tidak kalah atau mungkin akan lebih maju dari kaum pria.Terbuktilah bahwa betapa pentingnya kaum wanita di dunia ini," ungkapnya. (riza)
![]() | |
| Bunga Mentari Aghniyati |
SMA Negeri 2 Cirebon
MENGINGAT perjuangan wanita sejak jaman dahulu kala, hingga abad 20 ini sangatlah terlihat perjuangannya, yang mana kaum hawa sejak dahulu selalu dicirikan dengan kaum yang lemah, tetapi para tokoh-tokoh wanita pada jaman dahulu mampu membuktikannya begitulah yang dikatakan siswi SMA Negeri 2 Cirebon ii, "Hari wanita se-dunia ini mengingatkanku tentang sejarah tokoh pahlawan wanita yang ternyata perjuangan kaum wanita disitu tuh cukup panjang terlihat hingga saat ini dan dari zaman sejarah dahulu, walaupun kaum wanita di jaman dahulu dianggap kaum yang lemah, tetapi para tokoh-tokoh sejarah wanita memiliki semangat yang menggebu-gebu untuk mencapai sesuatunya," ujar Bunga dengan semangatnya. (riza)




